BAB I
PENDAHULUAN
Di Indonesia
penyakit katarak merupakan penyakit yang terbanyak yang diderita oleh
masyarakat khususnya pada orang tua yang telah pengalami preses degenerasi
sehingga terjadi gagguan penglihatan yang mengakibatkan gangguan dalam mel;aksanakan
aktifitas sehari- hari.
Dengan terganggunya
aktifitas sehari- hari maka diperlukan sekali untuk mengantisipasi cara
penanggulangan dari penyakit katarak tersebut supaya tidak berakibat lebih
fatal lagi terhadap pasien. Untuk itu tindakan pembedahan merupakan satu-
satunya cara untuk katarak yang diindikasikan pada klien. Dengan prevalensi
penyakit katarak ini lebih tinggi
BAB II
TINJAUAN KEPUSTAKAAN
A. Konsep Dasar
- Pengertian
Katarak siniliss
adalah merupakan suatu keadaan dimana terjadi kekeruhan pada serabut/ bahan
lensa atau suatu keadaan yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan
lensa, denaturasi protein lensa/ akibat dari keduanya) (Sidarta Ilyas, 2000)
Katarak adalah
setiap keadaan kekeruhan lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan
cairan) lensa, denaturasi protein lensa atau akibat kedua- duanya (Arif.
Manjsjoer. 1999)
- Etiologi
a. Umumnya usia lanjut
(senil)
b.
Kongenital, akibat infeksi virus dimasa pertumbuhan janin
c.
Genetik
d.
Gangguan perkembangan: kelainan sistemik atau metabolik
seperti DM, galaktosemia dan distrofi miotonik
e.
Traumatik
f.
Terapi kostikosteroid sistemik
- Tanda dan Gejala
a. Penurunan tajam
penglihatan secara progresif dan penglihatan seperti bersap
b. Sejak awal katarak
dapat terlihat melalui pupil yang telah berdilatasi dengan optalmoskop, slip
lamp, shadow test.
c. Pupil berwarna putih
d. Refleks fundus tidak
ada
- Stadium pada Katarak Senil
Insipien
|
Imatur
|
Matur
|
Hipermatur
|
|
Kekeruhan
|
Ringan
|
Sebagian
|
Seluruh
|
Masif
|
Cairan
lensa
|
Normal
|
Bertambah
|
Normal
|
Berkurang
|
Iris
|
Normal
|
Terdorong
|
Normal
|
Tremulans
|
Bilik mata depan
|
Normal
|
Dangkal
|
Normal
|
Dalam
|
Sudut bilik mata
|
Normal
|
Sempit
|
Normal
|
Terbuka
|
Shadow
test
|
Negatif
|
Positif
|
Negatif
|
Psodopositif
|
Penyulit
|
-
|
Glaukoma
|
-
|
Uveitis, Glaukoma
|
- Penatalaksanaan
Pembedahan dilakukan
bula tajam penglihatan sudah menurun sedemikian rup asehingga mengganggu
pekerjaan sehari- hari atau bila telah menimbulkan penyulit seperti glaukoma
dan uveitis.
Tingkat
keberhasilan pada katarak senil 90%.
- Komplikasi yang mungkin timbul akibat operasi
- Glaukoma
- Ablasi retina
- Perdarahan vitreus
- Infeksi
- Atau pertumbuhan epitel kekamera okuli anterior
- Patofisiologi
Pada katarak yang
dikenai adalah lensa kristialin yang terletak dibelakang iris, berfungsi untuk
memfokuskan objek untuk melihat. Lensa terdiri dari 65% air, 35% protein dan
mineral. Dalam periode waktu tertentu ketegangan yang berangsur- angsur
menyusut air dan meningkat ukuran dan kepadatan peningkatan kepadatan ini
akibat dari lensa yang telah lama dari komprensi sentral. Sebagaimana serat
lensa baru yang diproduksi dikorteks. Lensa yang lama ditekan dipusat kompresi
lensa yaitu: kapsul, bungkusan transparan yang dikelilingi kortek yang
membentuk gelembung, seperti benda yang terletak ditengahnya. Kapasitasnya dapat
meningkat pada bagian lensa atau kapsulnya. Katarak terbentuk akibat perunahan
kimia sdalam lensa- lensa dan kurangnya pengabilan oksigen (vaughan, Asburi. 1986),
volume air dan kalsium meningkat sehingga protein tidak dapat larut. Kepadatan
serat lensa yang terlalu lama menyebabkan meningkatnya pengurangan transparansi
dari lensa itu serndiri dan mengakibatkan rasa sakit yang sering kali terjadi
pada keduanya, yang mengakibatkan terjadinya penurunan pada ketajaman
penglihatan. Bagaimanapun juga rata- rata peningkatan dari masing- masing mata
jarang yang sama.
- Pemeriksaan Diagnostik
a.
Kartu mata snellen/ mesin telebinokular ( test ketajaman
penglihatan dan sentral penglihatan
b.
Lapangan pandang
c.
Pengukuran tonografi
d.
Tes toleransi glukosa : menentukan adanya DM
B. Asuhan Keperawatan
- Pengkajian
a. Riwayat kesehata
sekarang
Biasnya klien
mengalami kekaburan pada lensa mata sehingga visus menurun sampai dengan hitung
jari, melihat gerakan bahkan sampai dengan tidak terhingga
b. Riwayat kesehatan
dahulu
Biasnya klien pernah
mengalami penyakit yang berhubungan dengan mata, dan sudah pernah menderita
penyakit katarak ini sebelumnya, serta menserita penykit sistemik seperti DM,
pernah dehidrasi lebih dari 2 hari dan penggunaan obat kostikosteroid yang lama
c. Data fisik
Data Sabjeltif
1)
Biasnya tajam penglihatan menurun, makin tebal kekeruhan
lensa, tajam penglihatan makin mundur.
2)
Penderita lebih enak membaca dekat tanpa kaca mata
seperti biasanya karena miopi
Data
Objektif
1)
Leokokoria: pupil berwarna putih pada katarak
2)
Tes iris Shadow (bayangan iris pada lensa) artinya
positif pada katarak immatur
3)
Refleks fundus yang berwarna jingga menjadi gelap
(refleks fundus negatif) pada katarak matur
Aktifitas
/ istirahat
Gejala:
Perubahan ktifitas biasnya/ hobi sehubungan dengan gangguan penglihatan
Neorosensori
Gejala:
Gangguan penglihatan (kabur/ tidak jelas), sinar terang mengakibatkan silau
dengan kehilangan penglihatan perifer, Kesulitan memfokuskan kerja dengan
dekat/ merasa diruang gelap
Tanda:
Tampak kecoklatan atau putih susu pada pupil
d.
Data psikologis
1.
Dampak dari masalah fisik terhadp psikolohis klien
Pada orang yang mengalami ganggua penglihatan dapat mengakibatkan reaksi
emosi, seperti penolakan, marah, bersalah, kesendirian, dan depresi serta
keterbatasan untuk melakukan aktifitas sehari- hari. Orang yang penglihatnnya
terganggu tidak dapat bergerak dengan cepat, mereka perlu bantuan orang lain,
terutama daerah- daerah yang berbahaya
2.
Mekanisme koping dalam menghadapi masalah
Penglihatan yang berubah-rubah merupakan kejadian yang biasa bagi sebagian
orang dengan adanya gangguan penglihatan. Hal ini menimbulkan kekecewaan dan
kesulitan dalam merencanakan dan melaksanakan tugas. Klien takut terhadap
perkembangan dari gangguan penglihatan yang tidak menentu. Kemampuan koping terhadap
kehilangan penglihatan berdasarkan perkembangan dan lamnya kecacatan, usia saat
terjadi dan dan bagaiman kesuksesan koping dimas lalu dan dukungan sistim yang
ada
e.
Sosial Ekonomi
1.
Dampak terhadap sosial
Kehilangan
penglihatan dapat mempengaruhi terhadp komunikasi dengan orang lain dan
lingkungan. Dapat berkembang menjadi perasaan yang terisolasi. Hobi yang
disenangi yang memerlukan penglihatan seperti membaca menjahit dll, tidak
mungkin lagi dilaksanakan, serta kemampuan untuk melakukan aktifitas sehari-
hari terbatas, pengembangan karir, kesempatan kerja juga dapat terpengaruhi
2.
Dampak terhadap ekonomi
Katarak
sinilis dapat terjadai pada semua lapisan masyarakat. Dengan terjadinya
gangguan pada pengihatan akan mempengaruhi pada pekerjaan, karir dan keuangan. Dengan
terganggunya hal tersebut, maka penghasilan akan terganggua karna tidak efektif
lagi
- Daiagnosa keperawatan
a. Perubahan persepsi
sensori yang berhubungan dengan keterbatasan penglihatan
b. Gangguan citra diri
berhubungan dengan kerusakan penglihatan
c. Cemas berhubungan
dengan pembedahan yang akan dijalani dan kemungkinan kegagalan untuk memperoleh
penglihatan kembali
- Intervensi
Diagnosa 1
Tujuan :
Perubahan persepsi sensori tidak terjadi
Kriteria:
Penglihatan tidak kabur, visus baik
Rencana
tindakan
a.
Orientasikan klien dengan lingkungan sekitarnya
Rasional : Orientasi klien memahami lingkungan bertambah
b.
Tempatkan seluruh peralatan dan barang- barang pribadi
dalam jangkauan yang mudah diraih dan bila barang tersebut dipindahkan beritahu
klien
Rasional :
Dengan menempatkan seluruh peralatan klien dalam jangkauan yang mudah diraih
meningkatkan kemandirian klien dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari
c.
Hindari klien agar tidak membuka pintu terbuka dan
tertutup sebagian
Rasional :
Pintu yang terbuka atau tertutup sebagian akan mendatangkan resiko cedera pada
klien
d.
Dorong dan bantu klien dalam kemandirin kegiatan
Rasional :
Dengan membantu klien dalm kemandirian kegiatn dapat mengurangi ketergantungan
klien terhadap orang lain
e.
Pada waktu makan jelaskan pada klien makanan apa yang ada
dalam piringnya
Rasional :
Penjelasan ini membantu klien terhadap jenis makan yang akan dimakan
f.
Buat komunikasi yang efektif dengan klien
Rasional :
Dengan komunikasi yang efektif diharapkan klien tidak meras rendah diri dan
merasa diperhatikan, diharapkan klien dapat mengungkapkan perasaannya
g.
Ingatkan klien menggunakan kacamata katarak yang
tujuannya memperbesar kurang lebih 25% uang penglihatan perifer hilang dan
titik buta mungkin ada
Rasional :
Perubahan ketajaman dan kedalaman persepsi dapat menyebabkan bingung
penglihatan/ meningkatkan resiko cedera sampai pasien belajar untuk
mengkomensasi
h.
Lakukan pemeriksan fisus setiap hari
Rasional :
Pemeriksaan fisus dapat mengetahui kemunduran fungsi penglihatan yang bersifat progresif
i.
Libatkan keluarga dalam pengawasan setiap kegiatan yang
dilakukan secara mandiri
Rasional : Mengurangi ketergantungan terhadap orang lain
- Implementasi
Suatu bentuk
pelaksanaan dari rencana yang telah direncanakan dan dilaksanakan sesuai dengan
tujuan yang ingin dicapai
- Evaluasi
Merupaka penilaian
atau evaluasi dari tindakan yang telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan
kriteri hasil yang diharapkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar